10568845_10202410528846549_882146329910510467_n
KESYIRIKAN FILM MAHADEWA
=====================
Film Mahadewa tayang di ANTV.
Mahadewa merupakan salah satu nama suci Tuhan dalam agama Hindu, Mahadewa artinya Tuhan Yang Maha Besar, nama lainnya adalah Shiwa.

Keyakinan ini bertentangan dengan konsep Tauhid dalam Islam. Bahwa Yang Maha Besar itu hanyalah Allah, sebagaimana firman Allah Ta’ala (pada ayat kursi),
ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ
“ Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar .” (QS. Al Baqarah : 255)
Begitu pula dalam ayat,
ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟْﻜَﺒِﻴﺮُ
“ Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Saba’ : 23)
Shiwa di bumi bersemayam di Kailasha, nama tempat tersuci di puncak gunung Himalaya. Menurut keterangan kitab suci agama Hindu, puncak ini dipercaya perbatasan antara alam nyata dengan surga.
Gunung himalaya dipercaya gunung
paling suci umat Hindu, seperti dinyatakan di dalam Bhagavad Gita; “Di antara gunung, Aku adalah Himalaya”, di gunung inilah bhatara
Shiwa beryoga.

Berbeda sekali dengan Tuhannya umat Islam, kita beriman bahwa Allah beristiwa’ di Arsy dilangit ketujuh. Dan yang suka bersemayam di gunung itu sesungguhnya malah bangsa jin yang disembah manusia hehehe.

Dikisahkan pada film Mahadewa
adalah Shiwa, Tuhan yang berpribadi sebagai Yogin/pertapa, sehingga seolah-olah seperti manusia.

Hal ini bertentangan dengan konsep Ketuhanan dalam islam bahwa Allah tidak sama dengan manusia:

“Tidak ada yang menyerupainya sesuatu pun, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (As Syuro 110)

Dewa Syiwa memiliki 4 sakti/istri.
Salah satunya adalah Dewi Sati, putri Dewa Daksa (Daksa adalah putra Dewa Brahma)

Dalam Film Mahadewa juga akan
diceritakan percintaan Dewa Shiwa, hingga lahirnya Ganesha dan Kartikeya (di Bali disebut Dewa Kumara, Dewanya para anak kecil).

Keyakinan adanya Tuhan yang beristri dan punya anak bertentangan dengan Firman Allah :

“Dia tidak beristri dan tidak beranak” (Qs 6:101)
“Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri” (Qs 6:101)
“Maha suci Allah dari yang mempunyai anak” (Qs 4:171)

Dewa Daksa pada film Mahadewa digambarkan sebagai Dewa pencipta yang arogan terhadap Shiwa, sehingga Shiwa akan memenggalnya dan diganti dengan kepala Kambing.

Kita bisa lihat tuhan-tuhan dalam agama hindu saling berselisih dan berperang saling membinasakan, sungguh benarlah firman Allah :

”Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan- tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa,” (Al-Anbiya’: 22)

”Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta- .Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing- masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.” (Al-Mu’minun : 91)

Saya (Penulis) punya hubungan emosi yang khusus pada Dewa Syiwa ini, dewa syiwa pernah mendatangi saya dalam meditasi dan saya sudah disesatkannya. Dewa syiwa ini bukan Tuhan melainkan Jin yang memang memiliki kesaktian yang tinggi yang bertugas menyesatkan manusia. Lihat kisah pertemuan saya dengan dewa syiwa di https://metafisis.wordpress.com/2010/01/23/pengalaman-administrator-metafisis-wordpress-com-selama-memperdalam-ilmu-tenaga-dalam-ilmu-metafisika/