Fakta-Fakta Menarik Tentang Bulan

Fakta-Fakta Menarik Tentang Bulan

Bulan termasuk benda angkasa yang nampak dari bumi dan memancarkan cahaya sehingga tampil dengan berbagai macam bentuk yang menarik.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya anda bisa cari fakta tentang Bulan yang mungkin belum anda ketahui selama ini. Berikut fakta-fakta menarik dari Bulan yang harus anda ketahui:

  1. Bulan menjadi benda luar angkasa paling dekat dengan bumi

 

Perlu diketahui bahwa bulan bisa dibilang sebagai benda luar angkasa terdekat dengan bumi yang jaraknya sekitar 384.400 kilometer saja.

 

  1. Bulan tidak bisa lepas dari Bumi

 

Teorinya, dulu gravitasi Bumi melambatkan rotasi Bulan dan membuat periode orbitnya menjadi stabil. Hal ini membuat Bulan dapat mengulangi fase yang terjadi tiap hari.

 

  1. Ada pohon berasal dari Bulan

 

Pada tahun 1971, astronaut Apollo 14 sempat mengambil biji di Bulan dan menanamnya di Bumi. Sekarang biji tersebut sudah tumbuh menjadi sebuah pohon dan tumbuh banyak. Banyak orang yang menyebutnya sebagai pohon Bulan.

 

  1. Fase Bulan

 

Seperti yang diketahui bahwa bulan memilki fase atau perubahan bentuk. Berikut fase bulan yang harus diketahui:

 

  1. Fase New Moon (Bulan Baru)

 

Dimana posisi bulan terletak hampir sejajar dengan bumi dan matahari. Dalam kondisi seperti ini bulan dalam keadaan gelap dan tidak terlihat. Sehingga tidak aneh kalau banyak orang yang memberikan istilah sebagai ‘bulan mati’ pada fase ini.

 

  1. Fase Waxing Cresent (Hilal awal bulan/bulan sabit awal)

 

Yakni posisi bulan membentuk sudut tertentu terhadap matahari dan bumi. Dalam fase ini, bulan mulai terlihat, baik dalam keadaan sabit maupun separuh. Istilah pada fase ini dikenal sebagai bulan sabit dan bulan separuh.

 

  1. Fase First Quarter (Paruh Awal)

 

Yang mana posisi bulan terletak hampir segaris dengan bumi dan matahari, dengan posisi bumi di tengah.

 

Padaa fase ini bagian bulan yang terkena pancaran sinar matahari adalah bagian permukaan bulan yang terang, sehingga bulan kelihatan penut bulat seperti bumi.

 

  1. Fase Waxing Gibbous (Cembung awal)

 

Fase Waxing Gibbous ini dimana posisi bulan sedikit membelakangi bumi, sehingga bagian bulan yang terkena pancaran sinar matahari hanya mencapai ¾-nya. Posisi ini membuat bulan terlihat cembung jika dilihat dari bumi.

 

  1. Full Moon (Bulan Purnama)

 

Pada fase ini adalah dimana posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Kondisinya mirip seperti pada fase first quarter. Namun bedanya, bulan berada di belakang bumi. Sehingga cahaya matahari yang seharusnya menyinari bulan, tertutp oleh bumi yang ukurannya lebih besar. Alhasil, bulan terlihat bulat sempurna seperti bola. Pada fase ini, memungkinkan terjadinya fenomena gerhana bulan. Fase ini terjadi di hari ke-13, 14, dan 15.

 

  1. Wanning Gibbous (Cembung akhir)

 

Usai melewati ‘setengah putaran’, fase bulan kembali ke awal. Dimana, pergerakan bulan terus menuju ke barat sehingga cahaya matahari sedikit tertutup oleh bumi. Alhasil, bulan nampak cembung (3/4 bagian bulan) saat dilihat dari bumi. Fase ini terjadi di hari ke-17, 18, dan 19.

 

  1. Third Quarter (Paruh Akhir)

 

Pada fase ini posisi bulan sudah mencapai ¾ putaran. Pada kondis ini cahaya matahari menyinari setengah bagian bulan. Sehingga bentuk bulan terlihat setengah lingkaran dari bumi. Fase ini terjadi di tanggal 21, 22, dan 23.

 

  1. Wanning Cresent (Hilal akhir bulan/bulan sabit akhir)

 

Fase ini merupakan saat posisi bulan kembali berbentuk sabit. Pada fase ini, bulan sudah hampir mengitari bumi sebanyak satu putaran penuh. Fase ini terjadi di tanggal 27, 28, dan 29.

 

 

 

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *