Gadis Berusia 20 Tahun di Sumsel Jadi Penambal Ban dan Jual Air Galon Demi Bayar Utang Orangtua

Gadis Berusia 20 Tahun di Sumsel  Jadi Penambal Ban dan Jual Air Galon Demi Bayar Utang Orangtua

Cerita gadis 20 tahun yang tidak malu berjualan galon datang dari Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Gadis bernama Musnaini itu membagikan alasan kenapa dirinya melakukan hal tersebut. Pada September 2018 lalu, Mus sapaan akrabnya masih bekerja sebagaimana asisten rumah tangga di Palembang memutuskan pulang ke kampung halaman di Sungai Rotan.

Hal itu dilakukan untuk membantu orang tua berjualan, ditambah lagi orang tua Musnaini memiliki utang. "Waktu itu saya pikir lebih baik pulang saja ke kampung. Saat kembali ke Sungai Rotan,Musnainitak langsung membantu berjualan air galon.

Mula mula ia membantu ayahnya menampal ban motor di bengkel yang didirikan oleh keluarga itu. Pekerjaan itu digeluti Musnaini hingga Juni 2020 lalu, ia memutuskan untuk membantu orang tua berjualan air galon. "Saya bilang mau jualan air galon saja. Ngebengkel sudah tidak lagi," ujar Musnaini.

Gadis kelahiran 6 Desember 2000 ini lalu dengan motor matic nya berkeliling desa mengantarkan air pesanan warga. Musnaini mengungkapkan, air galon diisi di depot sederhana yang ada di rumahnya. Air siap minum itu dikirim dari produsen air minum di Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI).

Di rumahMusnaini, ada 10 buah galon yang disewanya dari penjual dengan biaya seluruhnya Rp 1 juta perbulan. "Kalau jualan air galon ini memang usaha sendiri, tapi galonnya masih nyewa," kata Musnaini. Dalam sehari,Musnainidapat menjual sedikitnya 20 galon air kepada warga.

Satu kemasan air galon dijual Rp 5 ribu, sama seperti harga air isi ulang di Ogan Ilir pada umumnya. Air pesanan warga, diantarMusnainimenggunakan sepeda motor matic. Dalam sekali antar, Musnaini bisa mengangkut 4 hingga 6 galon air dan mampu membawa 8 galon kosong, hanya seorang diri.

"Jadi, saya antar air galon dan airnya saya tuangkan ke galon orang yang beli. Begitu caranya," ungkap Musnaini. Putri kedua dari enam bersaudara pasangan Rojla dan Suhasana ini mengaku sama sekali tak malu dengan pekerjaannya yang dilakukannya. "Tidak (malu). Daripada mengemis, lebih baik kita berusaha menghasilkan sesuatu dengan keringat kita sendiri," ujarMusnaini.

Menurut Musnaini, saat awal awal berjualan air galon, ia sempat menjadi buah bibir warga. NamunMusnainitak peduli dan ia tetap konsisten dengan pekerjaannya hingga sekarang. "Pernah diledek orang, digoda, ditanya tanya, macam macam. T

Api bagi saya, pokoknya mau bantu orang tua cari uang dan melunasi utang," tegasMusnainitanpa menyebutkan jumlah nominal utang tersebut. Ke depan, gadis yang masih menjomblo ini punya cita cita ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan sesuatu yang diperbuatnya. Musnaini juga mengungkapkan, ingin memiliki pasangan dan menikah jika segala urusannya selesai.

"Kalau kepikiran menikah, saya pikir itu nanti. Saya mau lunasi utang orang tau dulu, baru melangkah," kata dia.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.