Mengapa Kesejahteraan Karyawan Perlu Dioptimalkan Perusahaan?

Mengapa Kesejahteraan Karyawan Perlu Dioptimalkan Perusahaan?

Kesejahteraan karyawan tak hanya ditentukan dari gaji layak dan berlimpah bonus. Pemberian berbagai fasilitas seperti ruang kerja yang nyaman, asuransi jiwa karyawan, hingga training untuk memaksimalkan skill dapat diberikan untuk membuat karyawan semakin betah.

Sayangnya, tak sedikit perusahaan yang mengabaikan kesejahteraan karyawan sehingga berdampak pada menurunnya tingkat loyalitas serta produktivitas perusahaan. Padahal hal tersebut sangat penting dalam mendukung kemajuan perusahaan.

Lantas, mengapa perusahaan perlu memaksimalkan kesejahteraan untuk karyawan? Berikut ini berdasarkan situs  Riliv dan situs QmFinancial:

  • Menarik dan mempertahankan karyawan

Menemukan karyawan yang sesuai kriteria perusahaan bukan hal mudah, sehingga kehilangan karyawan sangatlah disayangkan. Apalagi jika performa karyawan tersebut bagus dan memberi peran penting dalam produktivitas perusahaan. Dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan, apalagi jika bisa memberikan lebih dibandingkan dengan perusahaan lain, karyawan akan merasa sayang jika harus melepaskan diri dari perusahaan Anda.

  • Menguatkan motivasi karyawan selama bekerja 

Salah satu faktor yang dapat mengoptimalkan performa adalah motivasi kuat. Lalu, bagaimana cara agar karyawan semakin semangat kerja tanpa terkesan tertekan atau terpaksa? Salah satunya adalah memberlakukan jadwal kerja yang ‘manusiawi’ alias jangan sampai membuat mereka lembur  apalagi jika tanpa dibayar. Selingi juga rutinitas dengan rekreasi seperti outbond yang akan mendekatkan hubungan di antara karyawan dan atasan. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk memberikan hiburan bagi karyawan, khususnya jika mereka baru selesai menghadapi masa terburuknya.

  • Menekan risiko ketidakhadiran yang tinggi

Ketidakhadiran atau absensi karyawan dapat dipicu sejumlah faktor, baik dari diri sendiri yang memang kurang disiplin maupun karena faktor lain. Akan tetapi, jika seorang karyawan biasa rajin dan hadir tepat waktu namun tiba-tiba sering absen atau terlambat dengan persentase mencapai 50%, kemungkinan besar faktornya bisa datang dari lingkungan kantor yang tak nyaman. Evaluasi kembali, bahkan kalau bisa tanyakan penyebabnya kepada mereka dan cari solusi bersama untuk memecahkannya. Memang terlihat sederhana tetapi kenyataannya tidak semua perusahaan memperhatikan masalah ini.

  • Mengurangi konflik dan ketegangan di kantor

Ketegangan hingga konflik yang terjadi, baik di antara karyawan maupun dengan pihak manajemen, berdampak juga pada tingkat kesejahteraannya. Apalagi kalau sampai ada karyawan yang menjadi ‘anak emas’, keharmonisan pasti akan terancam. Dalam hal ini, perusahaan perlu menekan risiko konflik maupun ketegangan sedini mungkin. Dengan begitu, kerjasama karyawan atau dengan pihak manajemen terjalin baik.

  • Menjadi jaminan keamanan bagi karyawan

Pemikiran-pemikiran seperti gaji sering telat cair, bonus berkurang, dan rekan kerja yang resign membuat sejumlah karyawan semakin insecure selama bekerja. Produktivitas mereka pun dapat menurun dan membahayakan kondisi perusahaan. Perusahaan bisa memberikan rasa aman pada karyawan dengan memastikan karyawan selalu mendapatkan haknya sesuai dengan perjanjian kerja yang telah dibuat sebelumnya.

Mensejahterakan karyawan tidak hanya selalu dengan memberikan fasilitas penunjang kerja maupun jaminan finansial saja, melainkan juga mendukung kesehatan mental karyawan. Untuk bisa mencapai win-win solution bagi perusahaan dan karyawan, kedua belah pihak harus merasa saling membutuhkan dan dibutuhkan. Dengan begitu, karyawan akan termotivasi melakukan yang terbaik untuk perusahaan sementara perusahaan akan termotivasi untuk memberi yang terbaik juga bagi karyawannya.

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.