Teknologi Injeksi Common Rail pada Truk

Teknologi Injeksi Common Rail pada Truk

Truk dengan sistem common rail tentu memiliki kinerja lebih unggul jika dibandingkan dengan truk atau diesel konvensional. Adanya teknologi sistem injeksi common rail pada truk juga membuat penggunaan bahan bakar jadi lebih efisien.

 

Dengan berbagai manfaat yang diperoleh dari penggunaan sistem injeksi ini, wajar jika kini semakin banyak truk yang menggunakan teknologi ini.

 

Mengenal Sistem Injeksi Common Rail

 

Common rail injection atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan sistem injeksi rel bersama adalah salah satu sistem metode injeksi bahan bakar ke ruang bakar. Metode ini mengandalkan sistem penghasil tekanan yang diletakkan secara terpisah dari injektor.

 

Pada sistem common rail injection ini, diperlukan satu penampung tekanan tinggi. Terdiri dari jalur bahan bakar dengan tekanan tinggi serta rel yang diarahkan menuju nosel. Tekanan injeksi sendiri sebenarnya dapat diatur secara terpisah.

 

Baik dari kuantitas bahan bakar yang telah diinjeksikan maupun dari putaran mesin yang digunakan. Pada umumnya, sistem injeksi rel bersama ini digunakan untuk mengefisiensikan penggunaan bahan bakar.

 

Agar lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan juga mengurangi emisi dari penggunaan mesin diesel. Sehingga melalui teknologi ini, dapat menghasilkan pembakaran yang lebih optimal bahkan gas buang yang dihasilkan juga lebih diminimalisir.

 

Namun sistem injeksi ini juga memiliki kelemahan yaitu membutuhkan tekanan kerja yang sangat tinggi. Hal tersebut memicu terjadinya ketegangan material yang tinggi pula.

 

Sehingga memiliki resiko dapat terjadi kebakaran jika kebocoran sistem injeksi terjadi. Perlu penempatan sistem injeksi yang lebih hati-hati agar lebih aman.

 

Keunggulan Sistem Injeksi Rel Bersama

 

Dengan resiko kebakaran yang bisa terjadi akibat kebocoran jika tidak ditempatkan dengan baik, sistem injeksi ini tetap memiliki berbagai keunggulan. Tentunya keunggulan-keunggulan yang dimiliki sangat bermanfaat dan membantu kualitas mesin bekerja lebih optimal.

 

Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki dari truk yang memiliki teknologi injeksi common rail:

 

  1. Lebih efektif untuk menghemat bahan bakar
  2. Memiliki performa mesin bertenaga lebih baik
  3. Suara dari mesin juga lebih kecil
  4. Dapat meminimalisir getaran pada mesin
  5. Asap atau gas buang dari proses pembakaran juga lebih bersih (source: binus.ac.id)

 

Sejarah Penggunaan Sistem Commonrail

 

Jika melihat sejarahnya, common rail system prototype sudah dimulai sejak akhir tahun 60-an oleh Mr. Hiber di Switzerland. Lalu dilanjutkan lagi oleh Mr. Ganser dari Swiss Federal Institute of Technology yang akhirnya memutuskan dirinya untuk fokus menekuni bidang ini.

 

Di pertengahan tahun 60-an, Masahiko Miyaki dan Dr. Shohei Itoh dari Denso Corporation Jepang juga mengembangkan sistem ini untuk digunakan pada Heavy Duty Vehicles. Mereka lalu berhasil menciptakan produk pertamanya yang diberi nama ECD-U2 common rail system.

 

Produk mereka akhirnya mulai dijual untuk umum sejak tahun 1995. Selanjutnya, tahun 1997 Robert Bosch GmbH memutuskan untuk memproduksinya secara massal. Kemudian digunakan sebagai sistem injeksi pada mobil jenis penumpang (source: id.wikipedia.org).

 

Jadi, apakah armada truk Anda sudah menggunakan teknologi canggih ini?

 

 

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.