UPDATE Kasus Corona di Indonesia Per 15 Maret: Tambah 5.589 Kasus Positif, Total 1.425.044

UPDATE Kasus Corona di Indonesia Per 15 Maret: Tambah 5.589 Kasus Positif, Total 1.425.044

Jumlah kasus virus corona atau Covid 19 di Indonesia masih bertambah setiap harinya. Dilansir data situs covid19.go.id , hingga Senin (15/3/2021), total sudah ada 1.425.044 kasus Covid 19 di Indonesia. Tiga hari sebelumnya, penambahan kasus berada di angka 4 6 ribu.

Hari ini Senin (15/3), kasus positif corona bertambah sebanyak 5.589 pasien. Kabar baiknya, pasien sembuh hari ini bertambah sebanyak 6.830 orang. Jumlah angka kesembuhan berjumlah 1.249.947 orang.

Adapun kasus kematian bertambah 147 jiwa pada hari ini. Penambahan kasus kematian itu membuat jumlah kasus berujung kematian menjadi 38.573. Dikutip dari berikut cara pencegahan Covid 19 pada level individu dan masyarakat:

A. Pencegahan Level Individu Terdapat beberapa prinsip yang perlu diikuti untuk membantu mencegah COVID 19, yaitu menjaga kebersihan diri/personal dan rumah dengan cara: A. Mencuci tangan lebih sering menggunakan sabun dan air setidaknya 20 detik atau pembersih tangan berbasis alkohol ( hand sanitizer ), serta mandi atau mencuci muka jika memungkinkan, sesampainya rumah atau di tempat bekerja, setelah membersihkan kotoran hidung, batuk atau bersin dan ketika makan atau mengantarkan makanan.

B. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut menggunakan tangan yang belum dicuci. C. Jangan berjabat tangan. D. Hindari interaksi fisik dekat dengan orang yang memiliki gejala sakit.

E. Tutupi mulut saat batuk dan bersin menggunakan lengan atas bagian dalam atau memakai tisu lalu langsung buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan. F. Segera mengganti baju/mandi sesampainya di rumah setelah bepergian. G. Bersihkan dan berikan disinfektan secara berkala pada benda benda yang sering disentuh dan pada permukaan rumah dan perabot (meja, kursi, dan lain lain), gagang pintu, dan lain lain.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia menunda pendistribusian vaksin AstraZeneca. Penundaan dilakukan terkait adanya laporan pembekuan darah usai disuntik vaksin asal farmasi Inggris ini. Hal itu didasari rapat antara BPOM dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS saat menanggapi pertanyaan media dalam kegiatan daring bersama Ombudsman RI, Senin (15/3/2021).

"BPOM dan ITAGI dua hari lalu sudah rapat dan hasil rapat itu menyarankan kita menunda dulu distribusi AstraZeneca," ujar Maxi. Sampai saat ini Maxi melanjutkan, pemerintah belum melakukan distribusi vaksin AstraZeneca. Menurutnya pemerintah terus memantau hasil kajian yang dilakukan oleh BPOM maupun ITAGI.

"Terkait astrazeneca kami masih menunggu hasil kajian data dari BPOM. Kita belum mendistribusikannya menunggu hasil kajian BPOM dan ITAGI," ungkap Maxi. "Bukan tidak memakai tapi kita menunggu hasil kajian dari negara negara yang sudah memakai," lanjut dia. Diketahui, sebanyak 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia pada Senin (8/3).

Vaksin tersebut didapat Indonesia melalui jalur multilateral Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI)/COVAX). Sebelumnya, Kementerian Kesehatan akan mengalokasikan vaksin tersebut untuk vaksinasi tahap kedua yakni lansia dan petugas pelayanan publik.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.